03/05/13

Let me share about 'the belonging'

Oke, saya memutuskan untuk 'spill out' sedikit tentang kericuhan atau ke-messed up-an yang terjadi selama peristiwa yang saya alami barusan. okelah, acara kita ini masih jauh dari sempurna, berbagai persiapan mesti kudu dilakukan, dan ditengah - tengah segala kehebohan hiruk - pikuk itu, kita masih punya tanggungan kan ya ? apalagi kalo bukan jurnal. Okelah, mungkin pikiran kita lagi berantakan, hingga ada percikan sedikit, langsung meledak semua. Kalo dari sudut pandang saya, itu hanya ledakan kecil yang terjadi, belum secara massal. Apabila itu sudah mencapai massal ? Well, imagine it by yourself.

Saya sempet kecewa, karena terdapat beberapa statement marah yang terlontar selama rapat berlangsung, statement membentak, bahkan itu ditujukan untuk ketua. Kasian lo jadi ketua, udah pusing mikir banyak, tambah mikir jurnal, belum lagi digituin sama anak buahnya *pukpuk ketua*. Okelah, statement - statement tadi menambah panas suasana hingga memaksa teman - teman lain mengelurkan semua uneg - uneg.nya. Dan tebakan saya, hanya sedikit dari mereka yang mau speak up walau dibawah 'intimidasi' orang lain.

Dia bilang, "kita itu kayak kurang dari sense of belonging, kita nggak bisa nyatu, kita seolah-olah 'ngeblok' gitu". Dalam hati sih saya mumbling, "iya bener, masak komting aja gak tau ?". Dan statement temen saya itu langsung dipotong dengan statement dari orang lain, orang yang sama yang menyulut panas tadi, "kalo menurut saya, sense of belonging akan datang dengan sendirinya kalo kita punya passion untuk mengerjakan sesuatu.". Jujur sih, statement itu yang tidak saya setujui. Sense of belonging bukan sesuatu yang semacam rasa 'crush' yang cepat datang dan pergi. Passion juga tidak terlalu menjadi peran yang signifikan dalam pertumbuhan sense of belonging itu. 

“A sense of belonging is the feeling of being connected and accepted within one’s family and community.” - James Gilmore
Dari semua pengalaman yang saya dapat, sense of belonging itu tidak tumbuh dalam waktu yang singkat. Dalam kasus saya, perlu waktu dua tahun - satu tahun masa pengkaderan, dan satu tahun masa menjabat - untuk menyempurnakan sense of belonging dalam organisasi yang saya ikuti yaitu Prada (Pramuka Smada). Dalam Prada ini, sense of belonging saya tumbuh seiring dengan segala macam pengkaderan yang angkatan saya dapat (angkatan 12 - Prada '12). Dalam proses satu tahun pengkaderan kami, kami kesakitan, kami menangis, kami bahagia bersama. Kami ingat, betapa korang kami berkorban untuk kami, menahan sakit kami sendirian, bagaimana kami melihat korang kami menderita di depan kami, sementara kami hanya bisa menangis. Bagaimana pradana kami melindungi kami seperti sosok ayah dan ibu kami pada tahun kedua. Semua pengalaman sakit yang kami alami selama dua tahun itulah yang menumbuhkan dan menyempurnakan sense of belonging kami, hingga masing - masing personal mengenal satu sama lain dengan baik.

Okelah, kalau mungkin saya utopis, tapi contoh lain yang bisa saya dapatkan adalah dari boyband favorit saya, Bigbang. Selama hampir tujuh tahun boyband itu berdiri, saya merasakan sense of belonging mereka yang menyempurna dari tahun ke tahun. Mereka harus menghadapi kasus kecelakaan mobil yang menimpa salah satu anggotanya hingga - di masa keemasaanya -  mereka harus hiatus demi merefleksikan diri. Satu kasus belum usai, muncul kasus skandal mariyuana yang juga terjadi di salah satu member yang lain. Mereka harus memperpanjang masa hiatus mereka, melihat dan membaca komentar - komentar 'bash' yang dilontarkan masyarakat. Namun itu semua membuat mereka, dan kami sebagai VIP mereka, menjadi semakin menyatu dan kuat. Saya masih ingat, saya membaca komentar dari sebuah KVips yang menyatakan bahwa mereka - termasuk saya, dan VIP lainnya - akan terus mencintai dan mendukung Bigbang apapun yang terjadi. Saya masih ingat ketika saya membaca ada seseorang yang mengintip jendela dorm mereka karena mendengar salah satu member menangis dalam rangkulan member yang lain.

See ? Now they're shining, right ? Di tahun yang sama, mereka mendapatkan penghargaan dalam kategori 'Worldwide Act' dalam MTV EMA 2011. Saya streaming di pagi - pagi buta dan menangis saat mereka menerima penghargaan tersebut. Itu merupakan salah satu bukti bahwa VIP terus mencintai mereka apapun yang terjadi. Mereka sukses mengadakan 'Alive World Tour' dengan sambutan yang luar biasa. Afeksi yang saling mereka berikan kepada masing - masing member membuktikan bahwa mereka luar biasa saat menghadapi tekanan yang luar biasa pula. Itu cukup membuat saya tidak berhenti mencintai mereka dan Prada '12 :) Dari sini, cukup bisa dikatakan bahwa sense of belonging membutuhkan waktu dan proses yang lama. Kita harus sakit bersama agar sense of belongin tercipta. Saya yakin, hal itu akan terjadi pada kita juga seiring berjalannya waktu, karena sesuatu yang dipaksakan tidak akan berhasil baik kan ?